مقدمة ; Introducción
01 November 2010
Fixed
....yeah and now you're definitely gone.
And in my own perception,
my new sun comes, rises, and shines.
And I do love my sun...
so much.
So why the hell am I worrying about you?
Well,
I can't hide the fact that you were the place
where I could laugh or just pissed off
because of your annoying behaviour
and you were the place where I could tell
something, and receive your unpridectable responds.
Over all, I just wanna say:
Hello, where the hell are you,
my friend?
Or should I change those underlined words?
Oh, and anyway, happy birthday.
06 September 2010
Some Kind of Sort
That was supposed to be my departure date… and my destination country, my “current hometown” for the next 11 months. And I will be back right here again at… um? About July 10th, 2011.
One of my friends has been arrived in Paris. I don’t know why, but I felt such a………. Idk, strange feelings about her departure; it’s like “whoa she will be there, far far away from Indonesia... from her school, her classmates, her closest friends……, for about 11 months, in France!” Oh well and she was my “teman seperjuangan” (I can’t find the proper English for that fragment -_-‘) in preparing any documents for this kind of program…..... So there’s more strange feeling that sounded like this: “Well… I supposed to be there, saying goodbye to my family, friends, and him a month ago. I’m here now. If I go, I shouldn’t feel such a thing like this; I would be in Belgium before she departed. But I wouldn’t be here now.”
Yesterday I opened again my announcement letter. It’s still the same – like the first time I opened it before on last May. Right a day after the day I called the national office and received the news. And I still remember how I felt about it……….. Okay, forget it.
Two days from now, one of my friends (again) is going to Netherland. I wish a very good luck for her, for the next 11 months that she will depart again from Netherland to her real hometown.
One thing I should always remember:
I’m here. Now. I’m not regretting every decision I’ve made. And thank God for every step that You are always by my side with everyway; my parents, my friends, and him.
We have our own paths for sure and God will always be there for us :)
Well, good luck Sheila Amalia Saleh and Dhania Yasmin in France and Netherland; bring Indonesia to the world :) Bonne chance!
Surat dari Tuhan
KEPADA: KAMU
TANGGAL: HARI INI
DARI: AKU
PERIHAL: DIRI KAMU
Ini Aku,
hari ini Aku yg akan menangani semua masalahmu..
Catatan:
Dan ingat,
Bila dunia ini menyodorkan masalah yg tidak dapat kau tangani sendiri, jangan berusaha menyelesaikan masalah itu.
Tetapi, letakkanlah saja masalah itu di inboxku untuk kuselesaikan..
Aku akan menyelesaikan masalahmu sesuai dengan jadwal yg Aku tentukan sendiri.
Semua masalahmu PASTI akan Aku selesaikan, tetap sesuai jadwalKu.. bukan jadwalmu.
Setelah semua masalahmu kamu letakkan dalam box, janganlah kamu pikirkan & khawatirkan. Sebaliknya, fokuslah kepada semua hal2 baik yang sedang terjadi padamu sekarang.
Bila kamu terjebak kemacetan di jalan, janganlah marah, sebab masih banyak orang di dunia ini yang tidak pernah naik mobil seumur hidupnya.
Bila kamu berhadapan dengan masalah di tempat kerja, berpikirlah bahwa masih banyak orang yang menganggur bertahun2 tanpa pekerjaan.
Bila kamu sedih karena hubungan keluarga, pikirkanlah orang2 yang belum pernah merasakan mencintai dan dicintai.
Bila kamu merasa bosan dengan akhir minggu, pikirkanlah orang2 yang harus lembur siang malam tanpa libur untuk menghidupi keluarga & anak2nya.
Bila kendaraanmu mogok & mengharuskan kamu berjalan kaki, janganlah marah, pikirkanlah orang2 cacat yang sangat ingin merasakan berjalan di atas kaki sendiri.
Bila kamu melihat di cermin rambutmu mulai beruban, janganlah bersedih, sebab mempunyai rambut hanyalah merupakan impian bagi orang2 yang dalam perawatan kemoterapi.
Bila kamu merenungi makna hidupmu didunia ini & merenungi apa tujuan hidupmu ini, bersyukurlah, karena banyak orang yang tidak punya kesempatan hidup yang cukup lama untuk merenungi hidup mereka.
Bila kamu merasa tidak nyaman karena terkena imbas dari kemarahan & kekecewaan orang lain, ingatlah, situasi bisa menjadi jauh lebih buruk; yaitu kamulah yang merasakan kemarahan & kekecewaan tersebut!
Bila kamu memutuskan untuk meneruskan surat ini ke orang lain, terima kasih.
Kamu telah menyentuh kehidupan mereka dalam banyak hal yang tidak pernah kamu bayangkan...
AKU tdk pernah putus menyayangimu.
Peluk cium untukmu,
TUHANmu
Dikutip dari sebuah note Facebook yang tidak saya kenal usernya. Maaf ya hehe