مقدمة ; Introducción

My Photo
Pritta Andrani
terdaftar sebagai siswi XI IPA 2 selama 2009-2010 di SMA Labschool Kebayoran
View my complete profile

شكرا لزيارة ; Gracias por visitar! :]

Counter

07 November 2009

Satu

Aku bersyukur aku baru saja menghantam kaca tanpa ada sedikitpun darah yang tertumpah.

Dan aku juga bersyukur aku baru saja merelakan diri tergurat pelan dalam lembar ketidakpastian

29 October 2009

Woosh

This week should be a happy week.................................








But too many bad things comes around these days. :(

30 September 2009

Universitas dan Cita-Cita

(Tulisan ini merupakan bagian dari tugas bidang studi Sejarah XI IPA SMA Labschool Kebayoran)

Jujur saja saya agak bingung bagaimana mengawali tulisan ini karena temanya: cita-cita.
Ditanya soal cita-cita pun saya bingung menjawabnya. Kenapa?

Pertama, saya punya prinsip hidup (meskipun rasanya itu bukan frase yang tepat) bahwa hidup ini akan mengalir seperti air, sudah berjalur, sudah ditetapkan oleh Allah SWT segala sesuatunya.
Jadi menurut saya apapun yang saya kerjakan atau cita-citakan, bila tidak sesuai dengan apa yang Allah gariskan, berarti akan terus berubah untuk mendekati apa yang seharusnya.
Kedua, saya pernah mendengar pepatah yang cukup bagus yang lagi-lagi saya lupa darimana asalnya,
"Orang yang sukses tidak tahu apa cita-cita mereka hingga umur mereka 40."
Saya (yang tentu saja juga ingin menjadi orang sukses) memutuskan untuk mengikuti pepatah tersebut.

Tapi saat ini saya akan mengesampingkan 2 prinsip di atas, setidaknya untuk tulisan ini.

Bicara soal cita-cita, hingga saat ini standar cita-cita saya adalah...........
"ingin menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa dan masuk surga."
Hm, cukup absurd bukan? Begitu banyak cara yang dapat ditempuh, begitu banyak profesi yang bisa saya jalani untuk mewujudkan cita-cita saya itu. Jadi, coba saya turunkan lagi standar cita-cita saya (lagi-lagi, untuk tulisan ini saja).

Orangtua saya pernah berkata,
"pekerjaan terbaik yang bisa kamu dapat adalah pekerjaan yang sesuai dengan kesenangan, hobi dan kecintaanmu, karena berarti kamu bisa memperoleh uang dengan senang hati."

Sejak saat itu saya mencoba meraba-raba cita-cita saya dengan berpegang pada kata-kata di atas; tapi rupanya cukup sulit.
Saya menyenangi segala hal dalam hidup saya; bahkan pada saat-saat tidak menyenangkan (contohnya mungkin saat Bintama) saya berusaha menikmati dan membuatnya menyenangkan dan Alhamdulillah, (bukan bermaksud menyombong) saya hampir selalu berhasil.
Hobi? Hobi saya terlalu relatif (terlalu sering berganti-ganti, maksudnya) dan saya khawatir jika mengikuti ego saya, maka mungkin ada suatu masa ketika saya tidak masuk kerja hanya karena 'sedang tidak ingin bekerja', padahal saya membutuhkan hasilnya, misalnya.
Tapi saya tahu 3 hal tentang diri saya: saya cinta musik, dunia sekolah, dan bisnis, meskipun saya tidak cukup berpengalaman dalam berbisnis. Jadi saya mencoba menggabungkan ketiganya menjadi sebuah profesi dan saya mendapatkan hasilnya: seorang pengelola sekolah musik ternama yang mencetak lulusan berkualitas.

(Sejujurnya saya baru terpikirkan profesi ini ketika saya sedang melakukan tes wawancara tahap 2 untuk aplikasi beasiswa AFS, dan sungguh mengurangi nilai jika saya berlama-lama berpikir untuk menjawab pertanyaan 'apa cita-citamu?')

Oke, lanjut ke topik berikutnya.
Universitas mana yang bisa membantu saya mewujudkan cita-cita saya?
Entah mengapa sekali, yang terlintas di benak saya pertama kali adalah:

Sekolah Bisnis dan Manajemen,
Institut Teknologi Bandung.

Kenapa?
Saya bisa mendapatkan dua hal sekaligus di sana: pertama, pride atau nilai kebanggaan yang 'lebih' karena saya bisa kuliah di universitas yang terbilang 'ngetop' di antara Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia; kedua, ilmu yang cukup untuk mewujudkan cita-cita saya di atas. Meskipun saya tahu bahwa fakultas tersebut bukanlah fakultas teknik sesuai judul universitasnya, namun pilihan yang cukup adil, bukan?

Pilihan kedua saya jatuh kepada:

Arts Management,
La Salle College of Art
.

Universitas ini terletak di negara kecil tetangga Indonesia, Singapore. Pertanyaan yang sama, kenapa? Dilihat dari judul fakultasnya saja, sepertinya setiap orang yang membaca sudah tahu apa yang akan dipelajari: manajemen dalam bidang seni-sesuai dengan apa yang saya butuhkan untuk mencapai cita-cita saya. Namun sayangnya biaya hidup di sekitar universitas tersebut cukup tinggi, yang membuat saya menempatkan universitas ini di pilihan kedua.

(bersambung)